Breadboard atau sering juga disebut project board adalah sejenis
papan rangkaian yang umum digunakan untuk mencoba sebuah rangkaian
elektronika, sebelum rangkaian elektronika tersebut dicetak pada papan
rangkaian tercetak (PCB). Bentuk breadboard dapat dilihat seperti pada
gambar berikut ini.
Gambar 1 skema sebuah breadboard
Jalur A dan Jalur C adalah sama, tiap titik terhubung secara
horizontal dan tidak terhubung secara vertikal, sedangkan jalur B hanya
terhubung secara vertikal tapi tidak terhubung secara horizontal. Jalur A
dan C umumnya digunakan sebagai jalur sumber arus listrik. Jalur B
digunakan sebagai tempat untuk memasang komponen elektronika yang akan
kita rangkai.
Proses merangkai komponen elektronika dengan menggunakan breadboard
sangat bebas, tergantung kepada keinginan masing-masing pengguna.
Sebelum kita membuat rangkaian dengan menggunakan breadboard, terlebih
dahulu kita harus menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan yaitu :
- Breadboard
- Kabel kawat tunggal diameter 0,5 mm, bila memungkinkan gunakan 2
warna kabel, umumnya warna merah dan hitam. Kabel merah sebagai penanda
positif dan kabel hitam sebagai penanda negatif.
- Tang potong, tang ini digunakan untuk memotong dan mengupas kabel.
- Tang Jepit, berguna untuk membengkokan kaki komponen dan membantu memasang komponen pada breadboard.
- Power suplai DC dan kabel penghubungnya yang dilengkapi dengan jepit buaya
- Beberapa komponen elektronika yang akan kita rangkai.
Selanjutnya kita akan lihat berbagai cara memasang komponen elektronika pada breadboard.
1. Membuat jalur sumber arus pada breadboard.
Sebelum kita membuat rangkaian elektronika dengan menggunakan media
breadboard, terlebih dahulu kita harus menyiapkan jalur sumber arus
listrik DC pada breadboard. Gambar 2 berikut ini menunjukan cara membuat
jalur sumber arus listrik pada breadboard.
Gambar 2 merangkai jalur sumber arus listrik pada breadboard
Perhatikan gambar 2. Kabel berwarna merah adalah kabel untuk jalur
positif sehingga semua jalur yang terhubung dengan kabel merah akan
menjadi jalur positif sedangkan kabel berwarna hitam adalah kabel untuk
jalur negatif sehingga semua jalur yang terhubung dengan kabel hitam
akan menjadi jalur negatif. Pada breadboard umumnya antara jalur
horizontal sebelah kanan dengan jalur horizontal sebelah kita terpisah,
sehingga kita harus memasang kabel penghubung (jumper) untuk
menghubungkan kedua jalur ini (titik A pada gambar 2).
Sebagai alat untuk penanda apakah di dalam rangkaian sedang ada arus
listrik atau tidak, maka kita dapat memasangkan sebuah lampu LED dengan
sebuah resistor 330 Ohm sebagai pembatas arus. Masukan kaki anoda LED
ke sisi atas dan kaki anoda ke sisi bawah, kemudian pada jalur yang
sama, hubungkan jalur yang kaki katoda dengan menggunakan sebuah kabel
kecil ke jalur negatif disebelah bawah dan jalur kaki anoda LED
dihubungkan ke jalur positif dengan menggunakan sebuah resistor 330 Ohm
seperti pada gambar. Tempatkan lampu LED indikator ini pada daerah tepi
breadboard agar tidak mengganggu pada saat kita akan merangkai sebuah
rangkaian.
Untuk menghubungkan breadboard ini dengan sumber tegangan, dapat
digunakan sebuah kabel penghubung yang sudah dilengkapi dengan jepit
buaya. Hubungkan kabel merah dari sumber tegangan ke jalur positif
(merah) dan hubungkan juga kabel hitam dari sumber tegangan ke jalur
negatif (hitam). Aturlah besar tegangan listrik dari sumber tegangan
agar sesuai dengan tegangan kerja rangkaian yang akan kita buat.
Buatlah rangkaian sumber arus ini dengan rapi karena rangkaian sumber
arus ini akan terus kita gunakan pada percobaan-percobaan berikutnya.
2. Membuat rangkaian transistor sebagai saklar dengan menggunakan breadboard
Pada percobaan berikut ini kita akan belajar membuat rangkaian
sederhana sebuah transistor sebagai saklar. Terdapat 2 jenis transistor
yang dapat kita gunakan sebagai saklar yaitu transistor PNP dan
transistor NPN. Rangkaian transistor sebagai saklar dapat dilihar pada
gambar 3 berikut ini.
Gambar 3 transistor berfungsi sebagai saklar
Beberapa komponen elektronika yang kita butuhkan antara lain :
- Breadboard yang sudah dipasang jalur sumber arus
- Transistor NPN BD 139 : 1 buah
- Transistor PNP BD 140 : 1 buah
- Resistor 1 Kohm : 4 buah
- Resistor 330 Ohm : 2 buah
- LED : 2 buah
- Tombol : 2 buah
- Beberapa potong kabel penghubung.
Cara kerja rangkaian.
Kedua jenis transistor ini memiliki sifat yang unik. Pada transistor
NPN prinsip kerjanya adalah menghubungkan beban pada kolektor dengan
ground (menggroundkan suatu beban) sedangkan pada transistor PNP
menyalurkan arus listrik ke beban (menghubungkan beban ke positif).
Beban dalam hal ini adalah lampu LED yang akan kita nyalakan.
R2 pada rangkaian transistor NPN berfungsi sebagai pulldown resistor.
R2 akan menghubungkan kaki basis transistor NPN ke ground (negatif)
sehingga transistor akan menyumbat atau tidak dapat mengalirkan arus
listrik dari kolektor ke emitor. Sedangkan R1 berfungsi sebagai pemberi
arus basis. Bila transistor NPN diberi arus basis (tombol ditekan), maka
akan mengalir arus listrik ke kaki basis transistor sehingga transistor
akan mengalirkan arus listrik dari kolektor ke emitor sehingga beban
pada kolektor (lampu LED) akan terhubung ke ground dan menyala. R3
berfungsi sebagai pembatas arus listrik yang mengalir melewati LED.
Pada rangkaian transistor PNP sebagai saklar cara kerjanya adalah
kebalikan dari cara kerja transistor NPN sebagai saklar. R1 pada
rangkaian transistor PNP berfungsi sebagai pull-up, yang akan selalu
memberikan arus listrik ke kaki basis transistor. Sifat transistor PNP
adalah bila kaki basis diberi arus listrik, maka transistor akan
menyumbat atau tidak mengalirkan arus dari emitor ke kolektor. Bila
tombol di tekan maka R2 akan menggroundkan atau menghubungkan kaki basis
ke ground (negatif). Akibatnya transistor akan mengalirkan arus listrik
ke beban (LED). R3 bergungsi sebagai pembatas arus listrik yang
mengalir pada LED.
Transistor NPN yang kita gunakan pada percobaan ini adalah dari jenis
BD 139 sedangkan transistor PNP yang kita gunakan adalah BD 140.
Konfigurasi kaki kedua jenis transistor dapat dilihat pada gambar 4
berikut ini.
Gambar 4 konfigurasi kaki BD 139 dan BD 140
Cara merangkai pada breadboard dapat dilihat seperti pada gambar 5 berikut ini.
Gambar 5 rangkaian transistor sebagai saklar pada sebuah breadboard